Sinetron = Pembodohan Nasional?
Hmm.. kalau diperhatikan, sekarang ini tayangan sinetron sangat menggila jam tayangnya. Terutama mulai pk. 16:00 – 22:00 WIB.
Selama 6 jam itu, hampir semua stasiun televisi menayangkan sinetron dengan berbagai judul. Tiap sinetron pun memiliki durasi yang beragam. Ada yang 1 jam, 1 1/2 jam, bahkan ada yang 2 jam.
Nah, bayangkan kalau Anda punya sinetron favorit pada 6 jam tersebut. Jika saya asumsikan, kita tidur selama 6 jam setiap harinya, maka 1/3 waktu yang ada bisa dihabiskan hanya untuk menonton sinetron. Hal ini yang terjadi pada salah satu saudara saya. Setiap harinya ia memakai 6 jam waktunya untuk menonton sinetron.
Sebenarnya, kalau substansi sinetron-sinetron tersebut baik, saya mungkin tidak terlalu keberatan. Nah, masalahnya, substansi dari sinetron-sinetron tersebut kan sangat kurang. Lha, tujuannya saja untuk menghibur.
Memang sih, tidak semua stasiun televisi menayangkan sinetron. Tapi ya itu, ragam acara yang ditampilkan itu-itu saja. Atau berita yang ditayangkan kebanyakan hanya diulang dari berita siang atau sore hari. Maklum, saya belum memiliki Cable TV, dimana saya dengan puas bisa menonton berita luar negeri yang sudah pasti beragam, atau Discovery Channel yang selalu menayangkan tayangan edukatif yang berbeda-beda, dan kalau bosan bisa nonton film-film atau tayangan olahraga di channel lainnya. (Lho? Kok jadi curhat begini..
)
Ya, intinya.. Kan tidak semua orang memiliki akses ke Cable TV. Dan hampir semua stasiun televisi terlalu bersifat stereotype atau bisa dibilang latah satu sama lain. Yang satu bikin acara ini, yang lain mengikuti.. Yang itu bikin berita A, yang ini ikut-ikutan bikin berita A juga..
Jadi, dengan maraknya tayangan-tayangan ini, sudah pasti secara tidak langsung orang-orang Indonesia yang sedang menonton pun ‘dicekoki’ dengan tayangan sinetron-sinetron itu, yang imbasnya bisa mengurangi produktivitas kerja dan kualitas SDM bangsa ini..














Say No! to sinetron sampah….
halahhh ini bukannya sudah dari jaman Gajahmada makan tahu diketahui bahwasanya sinetron Indonesia setelah jaman Keluarga Cemara adalah pembodohan nasional. serius deh…dengan segala sinetron mistik mulai dari Nyi Lepet atau Pelet terus apalagi yah…oh yah sinetron yang karena si A jahat pas meninggal mayatnya tidak bisa masuk kubur duh…please deh. Dakwah kok menakut-nakuti rakyat.
saya setuju dengan Rangga sudah saatnya bikin program seperti Discovery Channel misalnya MythBuster atau Brainiac. Mendidik tapi tidak mendoktrin dan lucu!! Atau kalau memang niatnya dakwah kenapa tidak berani bikin Quran Uncovered (versinya Bible Uncovered). Mungkin kontroversial tapi menarik. Atau misalnya perjalanan ke Baduy ini dibuat dokumenternya. Duh…..
Sekarang lagi nge-trend sinetron poligami, Ga… mungkin untuk ngasi contoh kali yah, cara-cara berpoligami yang baik dan tidak baik, dan supaya perempuan balik lagi ke tempat asalnya, yaitu jadi budak laki-laki, dan ngedekem di dapur, masak dan ngerawat suami, dan iklhas kalo harus membagi selangkangan lakinya sama perempuan lain..
lah jadi keterusan deh gue… LOL